Tiana Gustiani Sadilah, S.Pd
Contoh Gotong Royong dalam Kehidupan Sehari-hari
Kata gotong royong memang sangat lekat dengan
kehidupan masyarakat pedesaan. Ini memang wajar, karena orang yang tinggal di
desa masih memiliki rasa solidaritas dan kekeluargaan yang cukup tinggi. Akan tetapi,
hal tersebut bukan berarti mengesampingkan masyarakat kotaan. Sebab, hingga
kini semangat gotong-royong masih bisa ditemukan di wilayah manapun di
Indonesia. Kebanyakan masyarakat desa masih memegang adat dan tradisi yang
diwariskan oleh leluhurnya. Sehingga kerja sama dan manfaat gotong-royong,
menjadi hal lumrah dilakukan oleh mereka.
A. Istilah
gotong royong di berbagai daerah di Indonesia
Hampir
seluruh daerah di Indonesia menanamkan nilai gotong royong. Uniknya istilah
gotong royong diberbagai daerah di Indonesia memiliki perbedaan atau bentuk
nama lainnya. Berikut ini penjelasannya:
1. Mapulus dari Minahasa
Minahasa
Sulawesi (Sulut) mempertahankan tradisi kearifan lokal kerjasama yang disebut
mapaulus. Kata “mapulus”terdiri dari dua awalan untuk menunjukkan proses aktif,
berarti “menuangkan”. Oleh karena itu, mapulus mengacu pada pembagian energi
dan sumber daya di antara mereka, atau pembagian kepemilikan oleh suatu pihak
atau individu.
2. Belale’ atau Pengerih dari Kalimantan Barat
Belale’
bermakna sebagai bentuk kerjasama tanpa mendpaat upah. Anggota yang terlibat
dalam Pangerih akan mendapat bantuan secara bergantian. Belale’ adalah bentuk
gotong royong di kalangan penggarap ladang.
3. Marsiadapari atau Siadapari atau Marsirimpa atau Marsirumpa dari Batak
(Sumatra Utara)
Marsiadapari
bermakna sebagai bentuk gotong royong yang dilakukan secara serentak di ladang
masing-masing secara bergantian. Tujuannya untuk meringankan beban pekerjaan.
4.
Ngacau Gelamani dari
Bengkulu
Ngacau
Gelamani merupakan bentuk gotong royong dalam membuat kudapan. Gelamani
merupakan kudapan mirip dodol.
5. Alak Tau dari Suku Dayak Rindang Benua, Kutai Timur
Alak
Tau yang berasal dari bahasa suku Dayak Kenyah memiliki arti penentuan hari
baik untuk seluruh masyarakat agar tanaman padi dan tanaman lainnya jadi subur
serta terhindar dari segala macam hama. Ritual ini dilakukan dengan menancapkan
kayu ke dalam tanah.
6. Nugal atau Najuk dari Kalimantan
Nugal
berarti menanm padi. Nugal merupakan budaya yang unik karena memiliki makna filosofi
kebersamaan dan kekeluargaan. Nugal juga merupakan tradisi turun temurun suku
Dayak tersebut, dilakukan setelah beberapa hari lahan telah selesai dibersihkan
dengan cara dibakar.
7. Ngayah dari Bali
Kata
Ngayah dari bahasa Bali, akar katanya adalah “Ayah, Ayahan, Pengayah,
Ngayahang”. Kata tersebut berarti pelayanan atau orang yang bertugas melayani
dan mengabdikan diri tanpa memperoleh imbalan. Kegiatan ini adalah kewajiban
sosial, utamanya untuk pemeluk agama Hindu.\
8. Gemohing dari NTT
Gemohing
merupakan aktivitas gotong royong yang bersifat sukarela dalam berbagai
kegiatan. Contohnya membangun rumah, memberishkan ladang dan sebagainya. Hal
yang paling menarik, Gemohing dilakukan sambil berbalas pantun, bersyair dan
menebak sesuatu yang tersembunyi dibalik kata-kata.
9. Song-Osong Lombhung dari Madura
Song-Osong
Lombhong merupakan aktivitas gotong royong yang dilakukan dengan mengangkat
lumbung secara bersama-sama. Meskipun begitu, semangat gotong royong ini juga
diterapkan dalam berbagai acara. Contohnya seperti rokat tase atau petik laut,
hingga kegiatan surau desa atau pada saat panen para petani garam.
10. Sambatan dari Gunung Kidul, Yogyakarta
Sambatan
merupakan aktivitas gotong royong antar warga masyarakat untuk membantu sesama
yang sedang tertimpa musibah atau sedang menyelenggarakan acara.
11. Mappalette Bola dari Sulawesi
Mappalette
Bola merupakan tradisi memindahkan rumah dari satu tempat ke tempat lainnya.
Tradisi gotong royong ini melibatkan puluhan hingga ratusan orang untuk bekerja
secara sukarela memindahkan rumah.
12. Grebuhan dari Gunung Kidul, Yogyakarta
Grebuhan
merupakan tradisi gotong royong untuk kepentingan bersama. Contohnya gotong
royong membangun pos ronda, jembatan, dan lain sebgainya.
13. Liluran dari Sukbumi, Jawa Barat
Liliuran merupakan
bentuk gotong royong yang dilakukan dengan mengelola lahan secara bersama-sama.
Liliuran juga diterapkan dalam kehidupan sosial lainnya, seperti membangun
rumah, acara besar, dan lain sebagainya.
14. Nyambungan dari Suku Baduy
Ada
empat jenis tradisi gotong royong di Baduy, yaitu tradisi nyambungan, liliuran,
dugdug rempug dan tunggu lembur. Nyambungan adalah tradisi gotong royong
memberikan sumbangan kepada warga desa yang sedang melakukan hajatan atau
pesta, seperti hajatan perkawinan atau kawinan.
15. Alang Tulung dari Aceh
Alang
tulung merupakan aktivitas gotong royong yang dilakukan untuk melekatkan
kesukuan. Aktivitas ini bisa dilakukan dalam kegiatan ekonomi seperti berkebun,
dan lain sebagainya.
16. Sabilulungan dari Jawa Barat
Sabilulungan
adalah kearifan lokal yang lebih dari sekedar mengedepankan perilaku gotong
royong, melainkan juga silih asah, asih, silih asuh, dan silih wawangi, serta
mengesankan perbedaan untuk mencapai tujuan besar bagi kepentingan bersama.
Contohnya menjaga keamanan kampung.
17. Batobo dari Riau
Batobo,
karya budaya dari Riau ditetapkan jadi warisan budaya tak benda (WBTB)
Indonesia tahun 2017. Batobo, atau disebut juga tobo (toboh berarti kelompok,
bersama atau berkawan-kawan) adalah semacam arisan tani dalam mengolah tanah
pertanian yang dilakukan secara bersama-sama dan bergiliran di antara anak tobo
(anggota batobo). Batobo menjunjung tinggi prinsip kebersamaan dan
kekeluargaan.
18. Kuriak dari Subang Jawa Barat
Kuriak
merupakan aktivitas gotong royong untuk kegiatan sosial masyarakat. Contohnya
membersihkan lingkungan, membangun jembatan, dan lain sebagainya.
19. Ammosi dari Sulawesi Selatan
Ammosi
merupakan bentuk kerja sama dalam pembuatan kapal, yang harus melalui proses
sakral dan penuh nilai kebudayaan.
20. Helem Foi Kenambai Umbai dari Papua
Helem
Foi Kenambai Umbai merupakan tradisi yang dilakukan untuk menggerakkan
perekonomian rakyat Papua.
A. Jenis
Gotong Royong
1. Kerja
Bakti
Kerja
bakti adalah salah satu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan secara
bersama-sama di lingkungan sekitar. Aktivitas tersebut adalah sebuah wujud yang
bisa meningkatkan rasa saling menolong antar sesama dan saling peduli.
2. Tanggap
Bencana
Kegiatan
ini adalah sebuah proses respon dari masyarakat untuk bekerja sama dalam
menghadapi sebuah bencana ataupun musibah. Tanggap bencana biasanya dimulai
dari hal-hal kecil seperti peduli dengan masyarakat sekitar yang sedang merasa
kesulitan, dan lainnya.
3. Musyawarah
Tidak
banyak dari kita yang tahu bahwa musyawarah adalah salah satu jenis gotong royong.
Mengapa demikian? sebab musyawarah untuk mufakat terhadap suatu masalah adalah
sebagai upaya mewujudkan budaya gotong royong. Karena hasil yang mufakat
otomatis semua pihak akan terlibat semua resiko yang ditimbulkannya. Dengan
musyawarah, masyarakat juga bisa bertukar ide, pikiran, dan pendapat yang
bertujuan untuk mencapai sebuah mufakat. Harapannya, mufakat tersebut akan
menggantungkan semua pihak yang terlibat.
4. Panen
Raya
Panen
raya biasanya dilakukan saat musim panen. Kegiatan ini merupakan sebuah kondisi
terjadinya musim panen dengan skala yang cukup besar dari semua bidang
pertanian. Biasanya, musim panen dilakukan setiap dua kali dalam setahun atau
bergantung dengan pertaniannya. Ketika musim panen, biasanya masyarakat akan
bergotong royong untuk membantu proses panen. Nantinya mereka akan membagikan
sebagian hasil panen kepada orang-orang yang membutuhkan. Jadi, hal tersebut
tentu akan meningkatkan rasa peduli dan saling berbagi antar sesama.
5. Belajar
Bersama
Belajar bersama juga salah satu jenis gotong royong. Di mana dalam kegiatan ini para pelajar maupun mahasiswa melakukan sebuah kerja sama dalam memecahkan suatu persoalan atau materi yang dianggap sulit. Dengan belajar bersama, kita akan lebih mudah memahami materi yang menurut kita sulit. Sebab, kita bisa menanyakan langsung kepada teman-teman yang sudah paham.
Contoh
Gotong Royong di Lingkungan Sekitar
1. Lingkungan
keluarga
v Membersihkan
lantai secara bersama keluarga
v Membersihkan
piring secara bersama keluarga
v Membantu
ayah memperbaiki rumah
v Membantu
adik yang sedang kesulitan belajar
v Membantu
ibu yang sedang memasak
2. Lingkungan
Sekolah
v Melaksanakan
piket yang sudah dijadwalkan
v Membantu
merapikan meja kelas
v Membantu
menanam tanaman di sekolah
v Mengikuti
kerja bakti setiap hari jumat
v Membantu
membersihkan halaman sekolah
3. Gotong
Royong di Masyarakat
v Membantu
membenarkan jalan
v Kerja
bakti di desa
v Melakukan
ronda malam
v Membangun
tempat poskamling.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar